Surat Surat Quran di hari Jumat (as Sajadah I ) - Andalusia Islamic Center

Surat Surat Quran di hari Jumat (as Sajadah I )

Buletin Jumat 27 Oktober 2017

Surat Surat Quran di hari Jumat (as Sajadah I )

Dalam keterangan hadis yang sudah populer bahwa disunnahkan bagi kaum muslimin untuk membaca surat Al Kahfi (surat ke 18) setiap pekan di hari atau malam Jumat. Dalam keterangan lain ternyata tidak hanya surat tersbut yang sunnah untuk dibaca, minimal ada 7 surat yang dijelaskan dalam hadis hadis untuk dibaca pada hari jumat. Surat Al Sajadah dan Al Insan (dalam sholat shubuh ) al Jumuah, Al Munafiqun, al a’la dan al Ghosyihah (dibaca oleh imam ketika sholat Jum’at ), dan yang diluar sholat adalah surat al kahfi dan surat yasiin. Dalam tulisan singkat ini akan dijelaskan tentang isi dan konten dari surat surat diatas semoga kembali mengingatkan kaum muslimin untuk mentadabburi dan berinteraksi dengan ayat ayat Allah yang tertulis tidak hanya terbatas dalam lafazh dan kata-kata saja melainkan juga dapat membantu memahami makna dan pesan serta nilai yang terkandung didalamnya.

Surat Al sajadah (surat yang ke 32) disebutkan dalam hadis bahwa nabi Muhammad sholallahu ‘alayhi wa sallam dalam sholat shubuh membaca surat ini dan surat al insan (HR Bukhoriy), dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau sholallahu ‘alayhi wa sallam sebelum tidur membaca surat ini dan surat tabarok ( HR Turmuzi). Surat ini berarti termasuk surat favorit yang sering diulang oelh nabi. Para ahli tafsir menyebutkan bahwa surat ini termasuk surat makkiyyah dan memiliki beberapa nama antara lain : alif lam mim tanzil, al madhoji’ , sajadah luqman (karena posisinya setelah surat luqman) dan dinamakan juga surat ini dengan surat al munjiyah (penyelamat).

Kenapa nabi Muhammad sholallahu ‘alayhi wa sallam sering membaca surat ini ? Karena kandungan dan isinya adalah tentang penciptaan (ayat 4,7,8,9) kebangkitan manusia setelah kematian (ayat 10,11) surga dan neraka (ayat 19,20,21) umat terdahulu kaum nabi musa dan juga tentang hari kiamat (23,24,25). Dikisahkan dalam riwayat yang mursal adalah seorang lelaki yang sering dan banyak mengulangi membaca surat ini dan dia memiliki banyak dosa kemudian surat sajadah ini membentangkan sayapnya dan memohon kepada Allah untuk mengampuni lelaki tersebut karena telah banyak membacanya dan Allah pun berkata hapus dan gantilah setiap kesalahanya dengan kebaikan dan tinggikanlah derajatnya (HR Darimiy).

Surat sajadah sebagaimana karakter surat makkiyyah pembahasan dan kandunganya adalah tentang keyakinan dan keimanan akan pembalasan di hari akhir, kebenaran bukti bukti tentang Allah sang Kholiq dan Pencipta jagad raya ini.

Secara umum dalam surat ini terdapat 4 maqoshid (tujuan) : Maqshod kebenaran wahyu dan kebenaran rasulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam (ayat 2,3) , maqshod ketuhanan Allah (ayat 4 - 9), maqshod kebangkitan dan tempat akhir manusia (ayat 10,11 ), maqshod hari kiamat dengan gambaran orang kafir dan beriman ( ayat 17 - 21).

Pembaca yang budiman, secara konten dan isi surat sajadah menggambarkan beberapa pokok pikiran yang sudah seharusnya menjadi pelajaran dan prinsip dalam kehidupan manusia di dunia, antara lain :

1. Keyakinan akan kebenaran petunjuk (kitab al qur’an) yang telah disampaikan oleh nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wa sallam, dan didalamnya terdapat peringatan kepada mereka yang mau berfikir, sebagaimana dijelaskan tentang kepastian kehidupan di akhirat seperti kepastian kehidupan dunia saat ini yang dirasakan.

2. Kata Kholaqo (mencipta) menunjukkan bahwa Dialah Allah Al Kholiq Pencipta langit, bumi dan diantara keduanya, Pencipta yang sempurna dan indah segala sesuatu yang diciptakan, dan Dialah Allah Pencipta manusia dari tanah. Dunia dengan segala isinya, planet dan seluruh galaksi serta gugusan bintang yang ada dilangit, malaikat dan segala makhluk yang ada diantara langit dan bumi seluruhnya adalah ciptaan Al Kholiq, sang penguasa dan yang Maha mengetahui alam ghoib dan alam nyata (syahadah). Prinsip keyakinan dan percaya yang harus dikokohkan akan tauhid kepada Allah sang Kholiq segala yang ada di alam semesta. Tidak ada pencipta selain Allah,karena Dialah Allah yang mencipta maka Dialah yang paling mengetahui apa yang baik dan buruk buat manusia, dan karenanya Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk kepada yang haq, meskipun demikian ada orang yang mengatakan bahwa kitab itu buatan dan bikinan Muhammad, sungguh sebuah kebohongan dan tuduhan yang tidak beralasan.

3. Contoh dan bukti bahwa Allah adalah sang Pencipta adalah proses penciptaan manusia, dengan menciptakan manusia pertama Nabi Adam alayhissalam dari tanah dan berikutnya diciptakan keturunanya dari air mani (sperma), dan Allah sempurnakan proses pembentukan manusia dengan diberikan panca indera meskipun demikian sedikit sekali manusia yang bersyukur kepada Allah.

4. Allah menyebutkan kata sedikit, ketika menjelaskan syukur manusia, hal yang demikian sudah seharusnya mengingatkan dan mendorong kita sebagai hambaNya untuk terus meningkatkan dan memperbanyak syukur kepadaNya atas ribuan nikmat yang diberikan. Syukur yang baik dalam penjelasan Al Hafiz Ibn Kathir adalah menjadi orang yang bahagia tatkala menggunakan nikmat yang diberikan Allah untuk taat kepadaNya.