Sahabat Mulia Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu - Andalusia Islamic Center

Sahabat Mulia Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu

Sahabat Mulia Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu

Oleh : Ust. Abdul Mughni, BA, Mhi

Bismillah wa Alhamdulillah wa Al Sholatu wa Al Salamu ‘ala Rasulillah shollallahu ‘alayhi wa sallam

Namanya adalah Abdul Rahman tetapi lebih terkenal dengan kunyah yaitu nama panggilan yang diawali dengan kata abu (buat pria) dan ummu (buat wanita). Dalam kitab Siyar a’lam karangan Imam Zahabiy rahimahullah disebutkan beberapa nama asli beliau yang diperselisihkan oleh para ulama, dan yang paling masyhur dari nama asli beliau adalah Abdurrahman bin Shokhr addawsiy, beliau adalah seorang Imam Faqih Mujtahid Hafizh sahabat nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wa sallam.

Kenapa umat Islam perlu kenal dengan sahabat mulia ini ? Apa keistimewaanya? Tidak cukupkah kita kenal dengan sahabat sahabat utama seperti sahabat Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali radhiallahu ‘anhum ? Bagaimanakah proses dan masuk Islam beliau ? Berapa lama berinteraksi dengan nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wa sallam ? Beberapa pertanyaan yang akan dijawab dalam tulisan singkat ini.

Beliau masuk islam pada fase Madinah tepatnya pada tahun 7 Hijriyah setelah peristiwa Khoibar, dalam usia 28 atau 30 tahun dalam sebuah rombongan dari Yaman, semula bernama Abd Syams berubah menjadi Abdul Rahman. Dari semenjak kecil sudah menjadi yatim dan ketika waktu remaja hidup dalam keadaan miskin sebagaimana yang beliau jelaskan. Ibunya adalah seorang shohabiyyah mulia bernama Maymunah bint Shubayh radhiallahu ‘anha, sejarah masuk islamnya sang bunda disebutkan bahwa tatkala Abu Hurayrah mengajak sang ibu yang musyrik untuk masuk Islam namun ditolak, setelah itu Abu Hurayrah pun menceritakan kepada nabi peristiwa yang terjadi dan meminta doa dari nabi agar ibunya masuk Islam, nabipun berdoa ya Allah berikanlah hidayah kepada ibu Abu Hurayrah dan ketika Abu Hurairah pulang didapatinya sang bunda bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendengar hal tersebut begitu sukacita dan gembiranya Abu Hurairah hingga dia menangis karena terharu dan gembira saat dia bercerita kepada nabi tentang peristiwa tersebut dan meminta nabi untuk kembali mendoakan dirinya dan ibunya agar menjadi orang yang mencintai orang yang beriman dan dicintaipun oleh mereka lalu nabi pun memanjatkan doa sebagaimana yang diinginkan, Abu Hurairah berkata maka setelah itu tidak ada seorangpun yang mendengar tentangku ataupun melihatku melainkan dia mencintaiku.

Keistimewaan yang paling dikenal dari beliau adalah banyaknya hadis yang diriwayatkan, bahkan beliaulah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis, kurang lebih 5374 hadis dan yang khusus hanya beliau yang meriwayatkan bukan dengan sahabat lain dikatakan jumlah hadisnya berjumlah 110 dengan fokus tema akhlaq kisah dan targhib (himbauan) dan tarhib (ancaman). Mengenai keistimewaan ini beliau menjelaskan bahwa orang orang mengatakan Abu Hurairah banyak meriwayatkan hadis, bahwa ketahuilah karena saya (Abu Hurairah) terus mulazamah (ikut dan nempel) terus dengan nabi, sedangkan banyak dari sahabat Anshor dan Muhajirin menggunakan waktu untuk berniaga dan berbisnis, sebab lain karena faktor dari doa nabi, dalam sebuah riwayat dijelaskan ketika nabi bertanya kepadaku (Abu Hurairah) kenapa engkau tidak meminta dari rampasan perang sebagaimana yang lain, aku menjawab aku meminta apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, lalu nabi mengambil sorban atau kain yang aku kenakan dan mendoakan ku, setelah itu tidak satu hadispun yang aku dengar melainkan aku tidak lupa atau dilupakan. Dapat disimpulkan bahwa sekalipun waktu yang dihabiskan Abu Hurairah bersama nabi tidak lama sekitar 3 atau 4 tahun, meskipun demikian karena faktor diatas atau faktor lain tidak lah mengherankan jika beliau banyak meriwayatkan hadis hadis nabi. Syaikh Rashid Ridho menjelaskan alasan lain kenapa banyak hadis yang diriwayatkan yaitu karena beliau secara ikhlas dan berkemauan keras untuk mendapatkan ilmu dari nabi dan menyebarkan kepada ummatnya, sedangkan sahabat lain cenderung untuk menahan diri dan sebagai bentuk kehati-hatian. Beliau juga meriwayatkan hadis dari sahabat sahabat utama lain, seperti Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali radhiallahu ‘anhum, hal itu menunjukkan keseriusan dan kegigihan beliau dalam mengkaji dan menyebarkan hadis-hadis nabi, disamping inisiatif beliau dalam mengumpulkan dan bertanya langsung kepada nabi, dalam sebuah riwayat ketika beliau bertanya langsung kepada nabi “ siapakah yang paling bahagia nanti dengan mendapatkan syafaatmu wahai nabi ? Kemudian nabi menjawab “ saya telah menyangka bahwa tidak ada yang akan bertanya tentang hal ini kecuali engkau karena kepedulian dan kepenasaran engkau dalam hadis “. Alhamdulillah sampai saat ini hadis-hadis yang didiriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu banyak menjadi dasar dan petunjuk nabi dalam kehidupan ummat saat ini wabil khusus dalam lingkup akhlak dan fadhilah amal, sebagai contoh hadis yang menjelaskan tentang kesunnahan untuk melakukan 3 hal, puasa sunnah 3 hari setiap bulan, dua rakaat sholat dhuha, dan melakukan sholat witr sebelum tidur (Muttafaqun ‘alayhi).

*Buletin edisi 232, 23 Februari I 1 Jumadil Akhir 1439 H