PRODUK BERBASIS IJARAH MAUSHUFAH FI DZIMMAH - Andalusia Islamic Center

PRODUK BERBASIS IJARAH MAUSHUFAH FI DZIMMAH

PRODUK BERBASIS IJARAH MAUSHUFAH FI DZIMMAH
Diasuh oleh : DR. Oni Sahroni (Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia)

Assalamualaikum wr wb.

Beberapa produk bank syariah ada ang berbasis akad ijarah maushufah fi dzimmah [IMFZ], seperti KPR inden dan sejenisnya. Saya ingin mendapatkan penjelasan Ustaz terkait apa itu dan bagaimana ijarah maushufah fi dzimmah menurut fikih!

Dari : lhsan-Depok

 

Waalaikumussalam wr wb.

Akad ijarah maushufah fi dzimmah [IMFZ] ini adalah akad baru yag belum ' dijelaskan oleh para ahli fikih dalam kitab turats. Akad IMFZ itu kombinasi dari dua akad, yaitu akad ijarah dan akad salam.

Akad ijarah karena yang diperjualbelikan adalah jasa. Akad salam karena objek ijarah diserahkan kemudian [tidak tunai]. Oleh karena itu, akad lMFZ sering disebut salam jasa atau forward jasa [salam fi al-manafi].

Sederhananya. ijarah adalah juai beli manfaat barang atau jasa. seperti profesi dokter menjual layanan medis, ojek aring menjual jasa mengantarkan, dropshipper menjual jasa mencarikan pembeli, dan bisnis menyewakan penginapan.

Jadi IMFZ adalah akad ijarah dengan harga [upah] dibayar tunai. sedangkan objek sewa diserahkan pada waktu yang disepakati karena belum tersedia atau belum bisa dimanfaatkan pada saat akad. Seperti menyewakan rumah inden dan menyewa kendaraan travel untuk waktu tertentu sebelum melihat kendaraan tersebut.

Secara prinsip. para ulama berbeda pendapat tentang hukum IMFZ. Mayoritas ahli fikih [Malikiyah. Syafi iah dan Hanabilah] berpendapat ' bahwa akad IMFZ itu boleh Sedangkan Madzhab Hanafiah berpendapat bahwa akad IMFZ itu tidak boleh. Perbedaan pendapat ini lahir karena perbedaan pendapat mereka tentang hukum ijarah dan salam.

 

Standar Syariah AAOIFI dan Fatwa DSN MUI memperbolehkan IMFZ dengan syarat. Sebagaimana ditegaskan Standar Syariah AAOIFI No 9 : "Akad al-Ijarah al-Maushufah fi al Dzimmah boleh dilakukan dengan syarat kriteria barang sewa dapat terukur meskipun objek tersebut belum menjadi milik pemberi sewa (pada saat . ijab-kabul dilakukan], waktu penyerahan barang sewa disepakati pada saat akad, barang sewa tersebut harus diyakini dapat menjadi milik penyewa."

Rukun dan syarat ijarah ada tiga, ' yaitu pihak+pihak akad [penyewa dan pihak yang menyewakan). shigat, dan objek ijarah. Syarat ijarah yang berkaitan erat dengan pembahasan IMFZ adalah syarat yang berkaitan dengan manfaat dan upah.

 Fatwa DSN MUI N0101/DSN-MUIVX/2016 tentang Akad at-Ijarah al-Maushutah fi at-Dzimmah menjelaskan tentang rambu-rambu yang harus berlaku dalam setiap produk atau transaksi yang berbasis IMFZ  yaitu : Akad IMFZ berlaku secara efektif sejak akad dilangsungkan. Jangka waktu penggunaan manfaat harus disepakati pada saat akad.

Boleh belum menjadi milik pem'beri sewa pada saat akad dilakukan. Manfaat harus halal, diketahui spesifikasinya, dan dapat diserah-terimakan. Kriteria barang sewa yang dideskripsikan harus terukur spesifikasinya. Wujud barang sewa harus jelas, siap dibangun. milik pemberi sewa atau pengembang yang bekerja sama dengan pemberi sewa, dan bebas sengketa.

Ketersediaan barang sewa wajib diketahui dengan jelas serta sebagian barang sewa sudah wujud pada saat akad dilakukan. Pemberi sewa harus memiliki kemampuan yang cukup untuk mewujudkan barang sawa.

Apabila pemberi sewa menyerahkan barang sewa, namun tidak sesuai gengan spesifikasi yang disepakati atau gagal serah pada waktu yang disepakati. penyewa berhak melanjutkan akad dengan atau tanpa meminta kompensasi dari pemberi sewa, atau membatalkan akad dengan meminta pengembalian dana sesuai dengan jumlah yang telah diserahkan.

Ujrah boleh dibayar secara tunai tangguh atau bertahap sesuai perjanjian sejak akad dilakukan Ujrah yang dibayar oleh penyewa setelah'akad. diakui sebagai milik pemberi sewa.

Dibolehkan adanya uang muka yang diserahkan oleh penyewa kepada : pemberi sewa yang dapat dijadikan ganti rugi oleh pemberi sewa karena proses upaya untuk mewujudkan barang sewa (apabila penyewa melakukan pembatalan sewa). dan menjadi pembayaran sewa apabila akad IMFZ “ dilaksanakan sesuai kesepakatan.

Semoga Allah SWT memudahkan setiap ikhtiar kita dan memberkahinya. Wallahu a'lam.

*Dalam kolom kunsultasi syariah koran Republika edisi Rabu, 20 Februari 2019