Membuka Lembara Baru Pada Muharran yang Baru - 1441 H- (UAM : Ust. Abdul Mughni, B.A, M.Hi) - Andalusia Islamic Center

Membuka Lembara Baru Pada Muharran yang Baru - 1441 H- (UAM : Ust. Abdul Mughni, B.A, M.Hi)

Bismillah walhamdulillah wassholatu wassalamu 'ala rasulillah Muharrom 

1441 H telah kita masuki dalam pekan ini, dalam sosial media beberapa hari lalu sangat banyak ungkapan dan ucapan penyambutan tahun baru Hijriah teriring doa dipanjatkan kehadirat Allah agar ditahun yang baru ini umat Islam diseluruh penjuru dunia wabil khusus di Indonesia senantiasa diliputi rahmat dan keberkahan dari Allah subhanahu wa taa’la, terlebih di tahun yang penting dalam politik Indonesia selama 5 tahun yang akan datang. Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah, selaras dengan firmanNya dalam surat taubah ayat 36 "Disisi Allah jumlah bulan ada dua belas sesuai ketetapan Allah pada saat menciptakan langit dan bumi. Diantara dua belas itu ada empat bulan hurum (agung) itulah syariat Islam yang benar. Wahai kaum mukmin janganlah kalian berlaku zhalim terhadap diri kalian pada bulan bulan yang agung itu. Perangilah seluruh orang musyrik sebagaimana mereka telah memerangi kalian. Ketahuilah bahwa Allah bersama orang- orang yang taat kepadaNya dan bertauhid.

(tarjamah tafsiriyah), dalam sebuah hadis rasulullah shollallahu 'alayhi wa sallam “sesungguhnya zaman berputar sebagaimana bentuknya saat Allah menciptakan langit dan bumi dalam satu tahun terdapat 12 bulan diantaranya ada 4 bulan hurum 3 berturut turut yaitu : Zulqo'dah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab mudhar antara Jumada dan Sya'ban. (Muttafaqun alayhi). Dua teks diatas menunjukkan kedudukan Muharram sebagai salah satu dari bulan yang agung, Imam Ibn Rajab AL Hanbaliy rahimahullah menyebutkan ada 3 kegiatan (wazhifah) yang berhubungan dengan bulan ini.

Pertama Keistimewaan bulan itu dan sepuluh hari pertamanya, disebutkan bahwa generasi salaf terdahulu mengistimewakan tiga 10 hari dalam setahun (10 hari terakhir bulan Ramadhan, 10 hari pertama bulan Zulhijjah dan 10 hari pertama di bulan Muharram) sekarang kita telah memasuki 10 hari pertama di bulan Muharram, semoga bisa kita isi dan perbanyak segala macam amal shaleh sebagai bentuk ibadah dan persembahan diri kepada 

Allah taa'la. Dalam keterangan beberapa literatur disebutkan doa doa yang dipanjatkan diawal tahun, hal ini terinspirasi dari doa nabi shollallahu 'alayhi wa sallam setiap awal bulan saat Hilal (awal bulan) terbit dan muncul, yaitu ya Allah iringkanlah bulan ini dengan aman dan iman, keselamatan dan keislaman dan berikanlah kemudahan untuk kepada yang Kau ridhoi Tuhankami dan Tuhankau adalah Allah ". (HR Ibnu Hibban, Darimiy) Memang tidak ada secara khusus doa awal tahun yang dipraktekan dan diamalkan oleh nabi dan para sahabat dalam literatur yang ada adalah doa doa yang dipanjatkan berdasarkan amalan dan praktek orang shaleh terdahulu dan para ulama robbaniyyin, karena doa adalah bentuk ibadah kepada Allah dan wujud atas kerendahan diri dan kelemahan manusia dalam menghadapi banyak gangguan dan godaan, dan isi dari doa yang dipanjatkan adalah permintaan ampun (istighfar) dari kesalahan dan dosa dosa yang dilakukan selama tahun yang telah berlalu, kemudian berharap perlindungan dan keistiqomahan dalam beribadah kepada Allah, terlebih kita diperintahkan untuk banyak doa kepada Allah.

Kedua yang berhubungan dengan hari Asyuro dan puasa sunnahnya, disebutkan amalan amalan yang biasa dilakukan di tanggal 10 Muharram, antara lain membaca surat al ikhlas; membasuh kepala anak yatim, mandi, melapangkan keluarga dll, dari berbagai amalan tersebut yang didapati hadis dan dasarnya adalah ibadah puasa dan melapangkan keluarga  (tawsiah alal ‘iyal) selebihnya tidak ada i secara spesifik terdapat hadis yang menyebutkan. Sehingga ketika amalan tersebut dilakukan dasarnya adalah hadis hadis yang secara umum i menganjurkan untuk melakukan bentuk ? kebaikan tanpa dibatasi dan disempitkan ! oleh waktu khsusus, seperti berbuat baik kepada anak yatim, banyak sekali ayat yang menganjurkan untuk peduli serta perhatian kepada mereka para anak yatim (6;152, 17;34, 89;17, 93,9, 107;2 ).

Ketiga tentang kedatangan jamaah haji seusai menunaikan rukun Islam yang kelima, kepada mereka seluruh jamaah haji Indonesia dan jamaah haji dunia teriring doa yang diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas'ud dan sahabat Abdullah bin Umar Radhiallahu 'anhuma. Ya Allah jadikanlah hajinya haji yang Mabrur, dan perbuatan yang Masykur (diberikan ganjaran) dan dosa yang Maghfur (diampuni)". ( hajjan mabrur wa sa’yan masykur wa, zanban maghfur) 

Ungkapan yang sangat populer ini telah ada semenjak nabi Adam alayhissalam, disebutkan dalam sebuah riwayat tatkala beliau Alayhissalam usai menunaikan haji, para Malaikat mengucapkan semoga menjadi haji yang mabrur, dan kami para malaikat telah melaksanakan ibadah haji ini sebelum kau wahai Adam 2000 tahun yang lalu. 

Ulama menyebutkan beberapa alamat tentang haji yang mabrur tersebut, antara lain : Indikator dan Alamat haji mabrur yang pertama adalah memiliki sikap zuhd, Imam Hasan Rahimahullah berkata balasan haji mabrur adalah surga dan tandanya adalah sikap zuhud di dunia dengan orientasi hanya kepada akhirat. Dengan kata lain meninggalkan keburukan yang dahulu sering dilakukan dan dikerjakan. Contoh haji yang mabrur adalah yang dilakukan oleh imam Ibrahim bin Adham rahimahullah tatkala kembali dari haji, beliau bersikap zuhud terhadap dunia mencukupkan diri dengan jerih payah yang dilakukan sendiri dengan bercocok tanam dan menjaga kebun orang lain. Indikator yang kedua adalah berperangai dengan akhlak yang mulia, yaitu dalam hubungan sesama manusia minamal dalam bentuk tutur kata yang baik dan kepedulian kepada orang lain dengan memberikan makan. Ketika rasulullah ditanya tentang haji yang mabrur beliau shollallahu alayhi wa sallam menjawab " yaitu thiibul kalam (kata yang baik ) dan ith'amu thoam (memberikan makanan ) H.R. Hakim. 

Indikator yang ketiga, adalah kesinambungan dan berkelanjutan dalam amal sholeh. Sesungguhnya tanda diterimanya sebuah perbuatan baik adalah melanjutkan dengan kebaikan lainya, dan tanda tertolaknya sebuah perbuatan adalah jika diikuti dan diiringi dengan keburukan dan perbuatan jelek.