Memaksimalkan Ibadah di Bulan Sya’ban - Andalusia Islamic Center

Memaksimalkan Ibadah di Bulan Sya’ban

Memaksimalkan Ibadah di Bulan Sya’ban

Oleh : Fratommy Dwinanda Putra

Bismillahirrahmanirrahim, Sudah dak terasa, kurang lebih dua minggu lagi kita semua umat muslimin akan kedatangan bulan yang penuh dengan pahala dan ampunan dosa. Dan pada bulan itu juga kita sebagai umat muslim diwajibkan oleh Allah SWT untuk melakukan puasa. Pertanyaanya, bulan apakah itu? Jawabannya dak lain adalah bulan Ramadhan. Subhanallah, seap bulan yang ismewa pas diawali oleh bulan yang mulia pula. Kurang lebih setengah bulan yang lalu kita menyambut datangnya bulan Rajab, bulan yang didalamnya terdapat periswa bersejarah umat islam yaitu periswa Isra' dan Mi'raj serta awal mula ditetapkannya kewajiban sholat lima waktu oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tanpa melalui perantara apapun . Alhamdulillah, sekarang kita sudah memasuki bulan Sya'ban. Ada sebuah amalan utama yang pernah Nabi Muhammad SAW lakukan pada bulan ini, yaitu berpuasa pada bulan Sya'ban. Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang termaktub dalam kitab Riyadhush shalihin,yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a : “Nabi Muhammad Saw dak pernah melakukan puasa sebanyak puasa yang dilakukan beliau pada bulan Sya'ban” .Riwayat lain mengatakan ; “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW dak pernah berpuasa pada bulan sya'ban kecuali sedikit”.

Hadist di atas menjelaskan kepada kita sebagai umat muslim tentang keutamaan memperbanyak melakukan puasa di bulan Sya'ban. Dengan memperbanyak puasa sebelum datangnya bulan Ramadhan, kita dapat melah diri untuk melakukan puasa wajib di bulan ramadhan. Selain itu, ada juga keutamaan lain pada bulan tersebut, yakni tentang pelaporan catatan amal seap manusia kepada Allah SWT melalui perantara malaikat – malaikat?Nya sesuai dengan hadist dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya'ban. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :   “Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal?amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin keka amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. An Nasa'i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani). Akan tetapi yang sangat ditekankan disini adalah untuk menjadi seorang muslim yang ka?ah. Janganlah sekali?kali kita terpaku terhadap satu atau dua amalan yang biasa terjadi pada bulan?bulan tertentu yang mengharuskan kita untuk melakukannya. Karena jikalau kita masih terpaku pada amalan – amalan tersebut, itu akan membuat ibadah kita kepada Allah SWT menjadi monoton dan membosankan. Apalagi sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan ,bulan panen berkah dan pahala . Janganlah kita hanya terfokus pada amalan untuk memperbanyak puasa pada bulan Sya'ban saja disertai kita meninggalkan amalan sholeh yang lainnya. Lakukanlah amalan?amalan sholeh dari sekarang sebanyak mungkin dan semampunya tanpa pilah?pilih & tanpa kita menilai apakah perbuatan itu besar pahalanya atau dak, karena perbuatan amal sholeh yang kita lakukan saat ini akan mendukung amalan sholeh kita pada bulan Ramadhan nannya.

Tips?ps untuk mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan :

 1. Maksimalisasi Amal Sholeh
Layaknya sebuah gedung yang kokoh, ia tidak akan kokoh jika fondasinya berasal dari pasir, batu atau bata yang kualitasnya dibawah standar. Ibarat nggal menunggu hari untuk menan kerobohannya. Berbeda sekali jika  gedung itu fondasinya terbuat dari bahan batu ,bata dan pasir yang kualitasnya bagus. Mungkin beberapa puluh tahun gedung itu akan tetap berdiri kokoh. Perumpamaan ini memberikan sedikit arahan kepada kita untuk membuat fondasi yang kuat sebelum datangnya bulan Ramadhan yaitu dengan fondasi yang berbahan dasar dzikir kepada Allah SWT, membaca Al? Qur'an seap pagi dan sore, memperbanyak puasa sunah, sedekah kepada fakir miskin, infaq, wakaf dan berbagai macam amal sholeh lainnya tanpa kita harus mengkhususkan pada satu amalan saja. Dari sini dapat kita simpulkan keka amalan baik sebelum Ramadhan ini mampu kita pertahankan, terlebih kita mampu meningkatkannya, hal ini akan berdampak posif terhadap akvitas ibadah kita pada bulan Ramadhan. Sehingga membuat kita semakin dekat dengan limpahan pahala dan ampunan dosa dari Allah SWT.

2.Minimalisasi perbuatan dosa
Perbuatan sholeh  yang kita lakukan jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadhan akan terasa mubadzir jikalau kita masih akf melakukan perbuatan tercela yang tanpa kita sadari akan menguras habis kantong amal sholeh kita. Memang benar, seap manusia daklah jauh dari perbuatan salah dan lupa. Dalam seap menit mungkin sudah ada banyak dosa yang masuk ke dalam buku catatan malaikat Ad yang selalu berada tepat di samping kiri kita. Astagh?rullah AlAzhiim. Sungguh besar dan banyak sekali dosa hambamu ini  Ya  Allah. Keka bibir seorang hamba melafadzkan kalimat isghfar untuk memohon dengan tulus ampunan kepada Allah SWT, mungkin otak hamba tersebut sejenak akan merespon kemudian mengatakan ; “Yes dosaku sudah diampuni oleh Allah SWT. Bukannya Allah itu Al?Gho?ar dan Al?Ghofuur”. Akan tetapi apakah otak dan ha nuraninya saling sepakat ? Oh ternyata dak. Ha nurani akan merasa malu dan menangis melihat ampunan Allah SWT kembali hilang untuk yang kesekian kalinya. Maka dari itu, untuk membuat ha nurani kita selalu tersenyum, alangkah baiknya kita meminimalisir terjadinya peluang terbukanya pintu maksiat itu. Betapa besarnya limpahan pahala dan ampunan yang Allah SWT berikan kepada para hamba?Nya. Baik itu yang bertaqwa maupun yang sering berbuat dosa. Kita sebagai hamba Allah SWT yang lemah, ada daya dan kekuatanyang kita miliki. Andaikan kita memiliki amalan seluas lautan, bumi, langit serta mencakup seisi alam semesta ini sebagai balas budi kita kepada Allah SWT terhadap apa yang telah Allah SWT berikan, maka amalan kita itu masih menghasilkan de?sit beberapa ratus trililiyun disisi Allah SWT. Oleh karenanya, untuk membalas semua itu cukuplah bagi kita sebagai hambaNya untuk selalu mentaa perintah?Nya serta menjauhi segala larangan?Nya. 

Wallahu a’lamu bish?showaab Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin.