Kenapa kita Haji ? (Part 2) - Andalusia Islamic Center

Kenapa kita Haji ? (Part 2)

Kenapa kita Haji ? (Part 2)

Oleh : ust. Abdul Mughni. BA, MHi

Bismillah walhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala rasulillah shollaahu ‘alayhi wasallam 

Haji dilakukan sebagai bentuk ibadah kepada Allah, dan respon dari ajakan dan seruan yang diserukan oleh nabi Ibrahim alayhissalam ribuan tahun lalu. Alasan lain ibadah ini dilakukan adalah yang difahami dari firman Allah surat al Hajj ayat 27 dan 28

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

Secara tegas dan jelas manfaat atau hikmah dan dengan kata lain maqashid (tujuan) dari ibadah haji tersebut dinyatakan yaitu agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka. Dalam ibadah sholat disebutkan bahwa sholat mencegah dari perbuatan keji dan munkar (29;45) kemudian dalam ibadah shiyam (puasa) agar menjadikan orang yang beriman bertaqwa kepada Allah ( 2; 183) dan dalam ibadah zakat agar dibersihkan harta dan jiwa mereka (9;10) maka ibadah haji agar mereka menjadi saksi langsung akan manfaat manfaat buat mereka. Sahabat Ibn ‘Abbas radhiallahu anhu menyebutkan bahwa berbagai manfaat yang dimaksud adalah manfaat di dunia dan akhirat, di akhirat dengan surga dan ampunan sebagaimana difahami dari sebuah hadis yang menyebutkan bahwa haji yang mabrur balasanya adalah surga, siapakah dari orang yang beriman yang tidak merindukan surga ? Pastinya setiap orang yang beribadah kepada Allah berharap diterima amlnya dan dihindari dari neraka dengan kata lain dimasukkan kedalam surga Allah. Surga adalah janji Allah bagi mereka yang dengan tulus dan ikhlas beramal shaleh, surga adalah balasan yang telah disiapkan Allah untuk mereka yang sabar dan syukur serta istiqomah dalam taat dan tunduk kepada ajaran Allah, surga adalah kebun kebun yang mengalir dibawahnya sungai sungai, surga adalah kenikmatan yang sulit untuk digambarkan dengan kata dan ungkapan. Jika penyebab orang masuk neraka Saqor salah satunya karena tidak sholat dan tidak peduli dengan orang miskin ( 74; 42, 43) dan Rayyan adalah surga bagi mereka yang berpuasa untuk Allah, kemudian ancaman Jahannam bagi mereka yang menimbun harta dan tidak mengeluarkan zakatnya (9;34,35) maka sungguh selaras dan indah sebuah hadis nabi yang menjelaskan bahwa haji yang diterima (mabrur) balasannya adalah surga, amalan amalan besar yang semuanya adalah rukun Islam, maka tidak heran balasan yang dijanjikan adalah kenikmatan dari Allah di akhirat nanti ya Allah jadikanlah haji kami dan seluruh jamaah haji dari seluruh dunia sebagai haji yang mabrur ya Rabb. Itulah manfaat di akhirat buat orang yang beribadah kepada Allah dengan ibadah ibadah inti dan pokok (sholat, puasa, zakat dan haji). Adapun manfaat haji di dunia antara lain dari perniagaan, aktifitas bisnis dan ekonomi dan hewan hewan yang disembelih dll. Jika terdapat perkumpulan manusia dengan jumlah besar pada satu waktu dan tempat, maka otomatis bisnis dan ekonomi atau barang dan jasa dengan otomatis dibutuhkan. Jutaan orang berkumpul di kota Mekkah pada bulan bulan haji ini, kita dapat membayangkan roda perputaran barang dan jasa yang besar dalam menunjang dan memastikan keberadaan dan tinggalnya jamaah agar dalam keadaan baik dan nyaman. Berbagai manfaat adalah terjemahan dari teks arab yang disebutkan Allah dengan kata (manafi’) dalam bentuk jamak (plural) dan nakiroh tanpa alif lam, untuk menunjukkan bahwa memang sangat banyak manfaat yang dapat disaksikan dan dirasakan, Oleh karenanya dihalalkan untuk mencari karunia Allah, sebagaimana disebutkan dalam surat al Baqoroh ayat 198 Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.

Sungguh keliru pandangan sebagian dari kita manusia yang masih punya perasaan bahwa ibadah haji ini ataupun umroh hanya mengurangi dan menghabiskan keuangan dan kekayaan kita, dengan kata yang lebih vulgar dapat menjadikan miskin (na’uzubillah). Karena biayanya yang mahal, karena ongkosnya yang jutaan, karena alasan alasan lain. Untuk membantah pandangan ini, cukuplah kita ingat kembali dan renungkan sebuah hadis dari baginda nabi Muhammad shollaahu ‘alayhi wa sallam yang menyebutkan bahwa ibadah haji dan umroh dapat membersihkan dosa dan menghilangkan kefaqiran (kemiskinan) (HR Ahmad, Turmuzi, Nasaiy). Dan belum pernah kita mendengar seorang muslim jatuh miskin gara gara ibadah haji, melainkan keberkahan dan kebaikan yang diberikan Allah terus bertambah dan melimpah. Jadi kenapa kita Haji ? Untuk menjadi saksi, merasakan langsung dan melihat dengan mata telanjang berbagai manfaat yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya. Dan agar kita terus zikir dan ingat Allah atas berjuta juta karunia dan rezqi yang diberikan.

Manfaat lain yang perlu diingat juga adalah manfaat ruhaniy, manfaat bathin, manfaat spiritual, manfaat emosional dan manfaat yang bersifat personal, yaitu manfaat keimanan. Semakin bertambah yakin kepada Allah, semakin malu dan tunduk dihadapan Allah, semakin sadar akan kekurangan dan kezaliman, semakin sabar dan syukur atas pemberian dan karunia Allah. Orang yang sudah haji biasanya akan semakin menjadi hamba Allah yang lebih baik, bertaubat dari maksiat kepada taat, dari makan harta riba yang haram beralih kepada harta yang halal, dari malas ibadah menjadi rajin, dari kurang peduli dan empati kepada hubungan sesama manusia menjadi pribadi yang peduli, perhatian dan empati serta simpati kepada hubungan sosial. Riwayat hadis menyebutkan indikator haji yang mabrur dengan kata menyebar salam dan memberi makanan. Dengan istilah lain berakhlak baik atau mulia. Karena agama ini adalah agama berakhlak baik kepada Allah dan kepada manusia serta kepada ciptaanNya.