Kenapa Haji ? (Part I) - Andalusia Islamic Center

Kenapa Haji ? (Part I)

BULETIN DAKWAH ANDALUSIA EDISI 237 I 14 Dzulqadah 1439 H / 27 Juli 2018 M

Kenapa Haji ? (Part I)

Bismillah Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘ala Rasulillah 

Semenjak kurang lebih dua pekan lalu, kita telah berada di bulan Zulqo’dah, sebuah bulan yang masuk dalam dua kelompok yang disebutkan Allah dalam kitabNya, pertama : termasuk dalam bulan bulan Haji yang disebutkan dalam surat al baqoroh ayat 197 dalam firmanNya “ (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. “ para ulama menjelaskan bulan bulan yang di ketahui atau dimaklumi adalah : Syawwal, Zulqo’dah, dan Zulhijjah, kedua adalah kelompok bulan bulan yang disebutkan dalam surat at taubah ayat 36 “ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa “ Dalam sebuah hadisnya Nabi Muhammad ? menyebutkan bahwa dalam setahun terdapat 12 bulan dan diantaranya ada 4 bulan hurum yaitu tiga berturut-turut Zulqo’dah, Zulhijjah dan Muharram serta Rajab Mudhor yang diantara Jumada dan Sya’ban… ( Muttafaqun ‘alayhi ).

Ibadah haji adalah sebuah kewajiban yang telah ditetapkan Allah dan salah satu dari tiang dan amalan pokok (rukun) yang jika ditinggalkan atau dilupakan atau diingkari statusnya maka dia telah keluar (murtad) dari ajaran Islam. Haji sebuah ritual yang telah diajarkan Allah semenjak nabi Ibrahim alayhissalam, sebagaimana disebutkan dalam sebuah surat yang dinamai dengan ibadah tersebut, tidak ada surat dalam al qur’an yang diberinama dengan ibadah utama kecuali haji, tidak ada surat sholat, surat zakat, tetapi ada sebuah surat dengan nomor urut 22 yaitu surat haji atau al hajj. Dalam surat tersebut ayat 27 Allah berfirman “ Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, perintah Allah kepada kekasihNya nabi Ibrahim alayhissalam untuk menyeru, memanggil dan mengumandangkan panggilan atau pengumuman tentang ibadah haji ini, dalam sebuah riwayat disebutkan nabi Ibrahim bertanya kepada Allah ‘ bagaiamana aku memanggil dan berseru sedangkan suaraku tidak akan sampai kepada mereka, Allah berkata panggillah dan serulah Kami yang akan menyampaikan, kemudian nabi Ibrahim berdiri diatas bukit Shofa, riwayat lain menyebutkan diatas bukit Abi Qubays, riwayat lain di atas Maqam Ibrahim seraya berseru “ wahai ummat manusia sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan tempat ini sebagai rumah, maka kunjungilah (berhajilah), maka Allah tundukkan gunung gunung hingga suara Ibrahim terdengar keseluruh penjuru bumi dan didengar seluruh yang ada dalam rahim dan shulbi, dan dijawab oleh seluruh yang mendengar seruan tersebut dari batu, tanah dan seluruh yang ditetapkan dan ditaqdirkan Allah untuk berhaji sampai hari kiamat, dengan berkata Labbayk Allahumma Labbayk ( aku jawab seruan dan panggilanMu ya Allah). Semoga kita diberangkatkan haji Aamin ya Rabb.

Ibadah haji adalah ibadah yang wajib dilakukan bagi setiap hamba Allah, sebagaimana dalil dalam surat Al Imron ayat 96 dan 97 “ Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Kenapa kita harus pergi haji yang membutuhkan biaya dan persiapan bahkan waktu tunggu yang tidak sebentar ? Kenapa kita harus berletih letih dan susah payah untuk melaksanakanya ? Kenapa haji disyariatkan Allah ? karena haji adalah amalan yang sangat mulia setelah iman kepada Allah, tidak ada ibadah yang banyak model dan variasinya selain ibadah haji, didalamnya ada zikir, doa, berbusana, lempar batu, bermalam, menyembelih hewan, puasa dll. Sabda nabi Muhammad  dalam sebuah hadis “ amalan apakah yang paling afdhal ? Beliau menjawab beriman kepada Allah kemudian Jihad dijalanNya, kemudian Haji (HR Bukhoriy) bahkan haji adalah salah satu bentuk jihad dijalan Allah, dalam hadis lain ketika Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha berkata : ya Rasulallah kita melihat jihad adalah amalan yang paling mulia, bolehkah kita (kaum wanita) berjihad ? Nabi berkata; haji adalah sebaik-baiknya jihad adalah haji yang mabrur ( HR Bukhoriy ) yang mabrur artinya adalah yang diterima oleh Allah. Kenapa kita Haji ? Karena haji adalah Ibadah dan Ibadah adalah tujuan dan misi dan visi setiap hamba Allah didunia, karena kita diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah.