Istiqomah setelah bulan Ramadhan - Andalusia Islamic Center

Istiqomah setelah bulan Ramadhan

Istiqomah setelah bulan Ramadhan

Semangat beribadah di bulan Ramadhan memang beda dibandingkan bulan lain, gimana bisa sama ? Bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dibandingkan bulan lain, di bulan Ramadhan para syaithan di belenggu, pintu pintu surga ditutup dll. Tantangan besar adalah bagaimana mempertahankan dan menjaga semangat tersbut senantiasa menyala dan berkobar setelah bulan itu berlalu ? Bagaimana biar bisa terus semangat untuk sholat berjamaah , tilawah quran, beribadah puasa dll ? Dengan kata lain bagaimana biar bisa istiqomah setelah bulan Ramadhan ? Bagaimana biar terus dalam beribadah kepada Alloh, karena tujuan penciptaan manusia adalah agar dia terus dan kontinyu dalam menghambakan diri kepada Allah. Minimal ada tiga cara yang bisa membangkitkan dan mengistiqomahkan diri setelah bulan Ramadhan.

Pertama : Pola pikir ataupun mindset, yaitu pemahaman tentang Ibadah kepada Allah tidaklah terbatas pada waktu tertentu dan tempat tertentu, seperti pemahaman kaum Liberal, yang memisahkan antara negara dan agama, dengan kata lain agama hanyalah ritual tertentu pada lokasi dan tempat tertentu. Seorang muslim dan mumin yang baik sebagaimana dia menyembah dan mengenal Allah dengan baik di bulan Ramadhan, maka di luar Ramadhan sudah seharusnya juga bersikap yang sama, karena Allah yang disembah di Ramadhan juga adalah Allah yang disembah di bulan Syawwal dan bulan bulan lainya. Menyembah dan beribadah kepada Allah adalah tugas utama seorang hamba dan hal tersebut terus dilakukan dengan kata lain ibadah terus dipersembahkan kepada Allah sampai datang yaqin seperti yang disebutkan dalam surat al Hijr (15) ayat 99 yang artinya “ dan sembahlah (ibadahlah) kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu yaqin “. Yaqin dalam ayat ini bukan seperti yakin dalam bahasa Indonesia yang berarti kepercayaan yang kuat ataupun keteguhan dalam sebuah pemikiran, yaqin yang disebutkan dalam ayat artinya adalah kematian. Beribadah kepada Allah sampai mati. Mengabdi dan mempersembahkan diri kepada Allah sampai ajal dan maut menjemput. Ibadah kepada Allah tidaklah terbatas pada bulan Ramadhan saja tetapi terus berlanjut sampai kematian datang menjemput. Mindset ataupun pola pikir ini harus tertanam dengan baik dan kuat dalam diri setiap individu muslim, sehingga dapat melahirkan keistiqomahan setelah bulan Ramadhan. Ulama menjelaskan bahwa sangat jelek dan buruk bagi mereka yang hanya beribadah kepada Allah di bulan Ramadhan, dan begitu bulan Ramadhan usai, berhenti pula ibadahnya, berhenti tilawahnya, puasanya, sedekahnya, infaqnya, sholat malamnya dan rangkaian ibadah yang lain. Tentunya kita wajib ibadah kepada Allah sampai mati dalam sebuah ayat Allah menjelaskan janganlah kalian wahai orang orang yang beriman mati kecuali dalam keadaan muslim ( 3;102).

Kedua : action atau tindakan kongkrit dan amalan yang jelas. Agar keistiqomahan terbangun dengan baik, maka seorang hamba Allah pasti terus beramal ibadah kepada Allah sekalipun diluar bulan Ramadhan, nabi Muhammad sholallahu alayhi wa sallam dalam hadisnya menegaskan bahwa amalan yang disukai Allah adalah yang kontinyu (berlanjut dan berkesinambungan) sekalipun sedikit (HR Bukhoriy). Keistiqomahan sudah harus dimulai sekalipun dalam kuantitas yang kecil dan sedikit, sekalipun hanya beberapa halaman tilawah maka itu lebih baik dari pada satu juz tetapi hanya di bulan Ramadhan dan sesudahnya tidak lagi tilawah. Janganlah menjadi orang yang dikatakan Allah dalam surat 16 (annahl) ayat 92 yaitu wanita yang setelah dia menenun kemudian dia lepaskan dan dicopot ataupun setelah disambung kemudian diputus. Jangalah jadi orang yang menyembah Allah kemudian lupa dan tidaklagi menyembahNya. Jangan menjadi orang yang disebut dengan Ramdhaniy (kenal Allah hanya di bulan Ramadhan ) tetapi jadilah insan yang Robbaniy yaitu terus ingat dan ibadah kepada Allah selamanya. Misalnya ketika di malam malam Ramadhan kita terus sholat witr maka setelahnya kita upayakan untuk terus menjaga sholat Witr sekalipun hanya 1 atau 3 rakaat, bahkan dalam mazhab fiqih Imam Hanafiy rahimahulloh sholat Witr adalah sesuatu yang wajib dan minimal 3 rakaat. Sholat Witr ini adalah sebuah contoh amalan yang sedikit dan semoga kita bisa kontinyu melakukannya. Dalam sebuah hadis nabi Muhammad sholallahu alayhi wa sallam bersabda “ wahai ahli quran kerjakanlah sholat Witr karena Allah adalah Witr dan mencintai witr (HR Nasaiy)

Ketiga : memanjatkan doa kepada Allah agar diberikan kemampuan dan kemudahan untuk beristiqomah dalam ibadah kepada Allah, dalam sebuah keterangan disebutkan bahwa Imam Hasan rahimahulloh ketika membaca ayat yang berhubungan dengan istiqomah kemudian dia berdoa ya Allah Kau adalah Rabb kami maka karuniakan kepada kami istiqomah, hal ini terinspirasi dari firman Allah yang disebutkan dalam surat 41 ayat 30. Manusia adalah hamba Allah yang penuh dengan kelemahan dan banyak sekali melakukan kekeliruan dan penyimpangan, hal ini tidaklah mengherankan karena sifat dan karakter dasar manusia yang disebutkan dalam al qur’an (33;72) yaitu zholim dan jahil. Kita tidak mengingkari akan keterbatasan dan kelemahan yang melekat dari setiap insan, maka dengan ajaran dan syariah Allah ketika di amalkan dan diterapkan akan menghilangkan sifat zholim dan jahil tersebut, sebaliknya jika tidak istiqomah maka akan terus menjadi orang yang buruk tersebut. Istiqomah adalah sebuah kondisi dan status yang menghadirkan ketenangan dan kenyamanan jiwa, karena Allah menjelaskan bagi mereka yang beriman kepada Allah dilanjutkan dengan kestiqomahan maka mereka tidak akan pernah ada rasa sedih dan takut, dan bagi mereka kabar gembira akan surga yang dijanjikan.