Hikmah Ekonomi Syariah

Share this page :

2016-12-20 09:46:38


 

Hikmah Ekonomi Syariah

Oleh: Dr. Abdurrahman Misno, MEI

 

Manusia adalah makhluk homo economicus, ia selalu melakukan aktifitas berdasarkan pada manfaat dan keuntungan yang akan didapatkan. Maka sejatinya, seluruh aktifitas manusia tidak lepas dari pertimbangan untuk mendapatkan keuntungan atau kerugian jika melakukan sesuatu. Asas untuk mendapatkan keuntungan ini memunculkan berbagai tindakan yang digunakan untuk memenuhi seluru kebutuan dirinya.   

Sayangnya sifat ingin selalu mendapatkan keuntungan dari berbagai aktifitas yang dilakukan oleh manusia sering kali hanya menguntungkan dirinya sendiri. Sehingga banyak manusia lainnya dirugikan dengan aktifitasnya tersebut. Misalnya seorang pengusaha yang ingin mendapatkan keuntungan yang banyak maka ia melakukan apa saja tanpa memperhatikan orang lain atau alam sekitarnya. Hutan yang semakin gundul, terjadinya musibah banjir, pencemaran lingkungan, hingga kemiskinan yang terus meningkat adalah beberapa contoh efek negatif dari sifat manusia yang ingin selalu mendapatkan untuk tanpa memperhatikan manusia lain dan alam sekitarnya.

Asas untuk mendapatkan keuntungan tanpa memperatikan orang lain dan alam sekitarnya memunculkan sistem ekonomi yang kapitalis. Sistem ekonomi kapitalisme yang mendasarkan pada kekuasaan mutlak para pemilik modal tanpa memperhatikan kaum pekerja dan buruh. Kaum kapitalisme lebih mengutamakan keuntungan pribadi atau perusahaanya tanpa memperhatikan, karyawan, masyarakat sekitar dan lingkungannya.  Dampak negatifnya adalah munculnya berbagai persoalan sosial yang sulit untuk dicarikan solusinya, terjadinya jurang perbedaan yang dalam antara yang kaya dengan yang miskin, kelaparan terjadi di berbagai tempat hingga korupsi menjadi tradisi.  

Merebaknya paham Kapitalisme di masyarakat haruslah diatasi dengan solusi yang dapat menanggulangi semua problem tersebut. Solusi utamanya adalah dengan menghadirkan sebuah sistem ekonomi yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta, baik manusia, hewan dan alam semesta. Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang memberikan solusi bagi berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Tidak hanya secara teoritis, ekonomi Islam juga memberikan solusi aplikatif bagi umat Islam pada khususnya dan manusia umumnya.

Ekonomi Islam hadir di tengah-tengah umat manusia untuk memanusiakan manusia, memberikan solusi komprehensif bagi berbagai persoalan yang dihadapi manusia. Lebih dari semua itu adalah bahwa ekonomi Islam selaras dengan fitrah manusia, yaitu member manfaat bagi seluruh alam semesta.  

Ekonomi Islam memanusiakan manusia, maksudnya adalah bahwa ekonomi Islam memandang bahwa semua manusia memiliki kedudukan dan derajat yang sama di sisi Allah ta’ala. Tidak boleh ada diskriminasi terhadap manusia lain hanya karena beda bangsa, Negara atau agama. Ekonomi Islam memberikan hak setiap manusia untuk melakukan berbagai transaksi muamalah tanpa adanya pengekangan. Ia menjadikan setiap manusia memiliki hak untuk hidup, berusaha dan menikmati hasil pekerjaannya. Berbagai mekanisme Islam dalam memanusiakan manusia dalam bidang ekonomi terekam secara jelas dalam teori maqashid As-Syariah, di mana setiap manusia dilindungi agama, nyawa, nasab, akal, dan hartanya. Sehingga tidak ada satu pihak pun dalam ekonomi Islam yang didzalimi atau teraniaya.

Ekonomi Islam menjadi solusi komprehensif bagi persoalan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat khususnya bidang ekonomi. Ia berupa aturan-aturan terperinci mengenai teori ekonomi dan aplikasinya. Teoti-teori ekonomi Islam didasarkan pada nilai-nilai ilahiyah yang datang dari Allah ta’ala. Sehingga sebagai sebuah aturan yang datang dari Rabb yang menciptakan manusia maka ia akan menjadi solusi bagi manusia itu sendiri. Apakah ada aturan lain yang lebih memahami manusia? Tentu saja jawabanya tidak ada.    

Salah sekali jika ada orang yang berpendapat bahwa ekonomi Islam hanya berbicara masalah etika saja. Sekali-kali tidak, ekonomi Islam memberikan solusi secara teoritis dan praktis. Ia memberikan acuan dalam bermuamalah secara normative, selain itu juga mengatur transaki ekonomi secara praktis. Tataran teoritis ekonomi Islam tercermin dalam aturan-aturan statis dalam wahyu Alah ta’ala serta ijtihad para fuqaha (ahli hukum Islam). Keduanya menjadi sumber hukum universal yang senantiasa selaras sepanjang zaman. Tataran praktis ekonomi Islam muncul dalam fatwa-fatwa ulama serta ijtihad praktis ahli hukum Islam mengenai berbagai persoalan ekonomi praktis di masyarakat. Akad muraqab atau hybrid contract adalah salah satu solusi praktis dalam ekonomi Islam untuk menghadapi tantangan ekonomi global. 

Hal yang paling penting dari karakteristik ekonomi Islam yang belum banyak dibahas adalah mengenai hikmah ekonomi syariah. Sebagai sistem ekonomi yang datang dari Allah ta’ala dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah ia bersifat integral universal. Ia merupakan satuan dari aturan-aturan Allah ta’ala dalam bidang ekonomi Islam. Integral bermakna keseluruhan sistem yang terintegrasi dalam satu bingkai untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat. Sementara universalisme dari ekonomi Islam adalah sifatnya yang elastis dapat dilaksanakan kapan saja, di mana saja dan dalam keadaan bagaimanapun. Sifat integral dan universal inilah yang menjadi ruh bagi ekonomi Islam yang selaras dengan fitrah (tabiat) manusia. Hal ini tampak dari sifat ekonomi Islam yang sangat memperhatikan manusia, melindungi mereka dan menghindarkan segala bentuk kedzaliman. Sebagai contoh perlindungan terhadap harta dalam Islam menjadi prioritas utama, artinya setiap manusia dilindungi harta bendanya oleh Islam sehingga tidak boleh digunakan tanpa adanya izin dari pemiliknya. Siapa saja yang melanggar aturan ini maka akan mendapatkan hukuman yang berat berupa hudud (potong tangan) bagi pencuri dan dibunuh jika merampok. Pada bidang sistem kerjasama dalam Islam maka pihak-pihak yang saling bekerjasama akan melakukan akad sesuai dengan atura-aturan dalam Islam yang tidak boleh saling mendzalimi. Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya menyebutkan bahwa Allah ta’ala akan memberikan keberkahan bagi siapa saja yang melakukan kerjasama tanpa ada unsur kecurangan. Riwayat ini menjadi energy bagi setiap pihak yang melakukan kerjasama bisnis untuk saling bersikap jujur dan menjauhi segala bentuk kedzaliman kepada rekan bisnisnya.

Kesimpulannya adalah bahwa Hikmah ekonomi syariah sangat banyak jika kita ingin menggalinya, di antara sekian banyak hikmah tersebtu adalah ekonomi Islam selaras dengan fitrah manusia. Perlindungan terhadap harta benda dan larangan melakukan kedzaliman adalah nilai universal yang ada dalam ekonomi Syariah. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak menggunakan sistem ekonomi Syariah, ia adalah sebuah sistem yang sesuai diaplikasan kapan saja, di mana saja dan dalam keadaan bagaimanapun. Wallahu a’lam.

 

Pekerjaan untuk orangtua saya

Assalamu'alaikum Pak Ustadz.. perkenalkan saya Firli. Pak mohon maaf jika sebelumnya pertanyaan saya ini kurang berkenan dan mungkin out of…



Kehilangan kemampuan menafkahi

Assalamuallaikum wr. wb

Ustadz mohon keridhaannya untuk membantu saya yang saat ini sedang menghadapi masalah. begini ustadz, saya dulu bekerja sebagai…