Bulan Rajab 1440 H - Andalusia Islamic Center

Bulan Rajab 1440 H

Bulan Rajab 1440 H
Oleh : ust. Abdul Mughni, BA, MHi

Bismillah wa Alhamdulillah wa Al Sholatu wa Al Salamu ‘ala Rasulillah shollallahu ‘alayhi wa sallam.

Waktu berjalan dan berlalu begitu cepat, tidak terasa sekarang kita telah berada di bulan Rajab 1440 H berarti semakin mendekati bulan puasa Ramadhan. Bulan Rajab yang dalam hadis disebut dengan Rajab Mudhor adalah bulan mulia karena termasuk dari 4 bulan yang dimuliakan Allah berdasarkan [Qs. At-Taubah (9) ; 36], disebutkan bahwa dari 12 bulan dalam setahun terdapat 4 bulan hurum (mulia dan diharamkan). Dahulu pada zaman Jahiliyyah bangsa Arab memuliakan bulan ini dengan meniadakan perang dan konflik fisik sehingga disebut juga dengan bulan tuli artinya tidak terdengar suara pedang, dalam menjelaskan tafsir ayat diatas para ulama menyebutkan tentang makna “ dan janganlah kamu berbuat zhalim di bulan bulan tersebut “ perbuatan dosa dilarang Allah terlebih jika dilakukan pada waktu mulia dan tempat mulia, sebagaimana amalan shaleh dianjurkan terlebih lagi jika ditempat mulia dan waktu mulia. Imam Qotadah rahimahullah berkata “ perbuatan zholim di bulan bulan hurum lebih besar dosanya dibandingkan di bulan lain meskipun zholim adalah dosa yang wajib dihindari tetapi Allah menjadikanya dosanya lebih besar berdasarkan kehendakNya “ dalam penjelasan lain Imam Qurthubiy rahimahullah menyebutkan bahwa berbeda nilai dan pahala dari seorang yang melakukan amal shaleh di bulan mulia dan pada tempat yang mulia (seperti jika seorang di bulan bulan Hurum atau di bulan Ramadhan tinggal dan bermukim di kota Mekkah dan Madinah) dibandingkan yang melakukanya di waktu mulia pada tempat lain, kesimpulan ini difahami dari ayat yang menyebutkan bahwa istri-istri nabi yaitu ibunya kaum mu’minin (ummahatul mu’minin) berbeda dengan wanita wanita lain, jika mereka melakukan perbuatan keji maka akan dilipat gandakan dosanya dan jika mereka melakukan perbuatan taat dan kebajikan Allah juga akan memberikan ganjaran dua kali [Qs. Al-Ahzab (33) ; 30-31].

Rasulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam menjelaskan yang dimaksud 4 bulan tersebut, dalam hadis yang diriwayatkan sahabat Abi Bakroh Radhiallahu ‘anhu di sebutkan “Sesungguhnya zaman ini berputar berurutan sebagaimana bentuknya saat Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun terdapat 12 bulan dan diantaranya ada 4 bulan Hurum, 3 berturut turut yaitu Zulqo’dah, Zulhijjah dan Muharram kemudian satu sendirian yaitu Rajab Mudhor antara Jumada dan Syaban.” (HR Bukhoriy dan Muslim). Mudhor adalah nama kabilah yang mengistimewakan bulan tersebut dibanding kabilah lain, sehingga secara khusus nabi menyandingkan Rajab dengan nama kabilah mereka. 12 bulan Hiriyyah dalam setahun Rajab adalah urutan bulan yang ke 7 dan Ramadhan adalah yang ke 10, hal ini memberikan isyarat kepada kaum muslimin, bahwa telah masuk bulan ketujuh dan semakin dekat bulan kesembilan, telah datang bulan untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum datang waktu dan musim untuk memanen hasil, inilah yang dimaksud dari perkataan Imam Abu Bakr al Warraq al Balkhiy rahimahullah “ Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan mengairi dan menyirami sedangkan Ramadhan adalah bulan untuk memanen “. sebuah tamsil (perumpamaan) yang menggambarkan betapa bernilai dan berharganya setiap saat yang diberikan Allah, dan betapa banyak sarana untuk memompa diri dan memberikan motivasi kuat untuk terus istiqomah dan bersemangat dalam ibadah kepada Allah, karena memang manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepadaNya saja setiap saat dan setiap waktu [Qs. At-Tur (51) ;56) “ Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan hanya untuk ibadah kepadaKu “, biar ibadah maksimal dan optimal maka diperlukan pemanasan dan pembiasaan, jika dalam berolahraga biasanya atlet profesional melakukan warming up (pemanasan) sebelum pertandingan utama, atau dalam olahraga harian dikenal istilah Stretching yaitu peregangan otot yang merupakan bagian dari pemanasan dan pendinginan sebelum berolahraga. Stretching dapat meningkatkan rentang gerak, fleksibilitas, sirkulasi, dan keberhasilan dari seluruh latihan yang dilakukan, maka menghidupkan bulan Rajab dengan memperbanyak amalan sunnah adalah bagaikan Stretching sebelum datangnya bulan Ramadhan. Jika di bulan Rajab sudah banyak diisi dengan puasa sunnah maka bulan Ramadhan yang difardhukan untuk berpuasa tentu akan lebih gampang dan lebih ringan untuk maksimal dalam berpuasa hanya untuk dan kepada Allah.

Puasa sunnah adalah amalan yang bagus dan mulia, meskipun tidak ada secara spesifik dan khusus yang menyebutkan kesunnahan puasa di bulan Rajab selain hadis sahabat Mujibah Al Bahiliyyah radhiallahu ‘anhu nabi bersabda kepadanya “ puasalah dari bulan Hurum dan tinggalkanlah “ (HR Ahmad dan Abu Daud). Abu Qillabah seorang tokoh besar dari kalangan Tabiin mengatakan “ terdapat surga yang disediakan buat yang berpuasa di bulan Rajab “.

Di sisi lain terdapat riwayat dari sahabat Umar radhiallahu ‘anhu yang melarang untuk berpuasa Rajab, bahkan beliau memukul telapak tangan yang berpuasa agar diletakkan diatas makanan, seraya berkata Rajab adalah yang diagungkan orang Jahiliyyah. Riwayat inilah yang menjadi salah satu alasan ulama mazhab Hambaliy yang mengatakan makruh berpuasa di bulan Rajab jika dilakukan sebulan penuh, tapi jika diselingi dengan berbuka satu atau dua hari ataupun dengan dilanjutkan puasanya dibulan Syaban, maka hilanglah status kemakruhan puasa Rajab. Sedangkan mayoritas ulama menjelaskan kesunnahan puasa Rajab berdasarkan hadis Mujibah dan hadis umum tentang kesunnahan puasa, terlebih lagi sebagai hamba Allah yang banyak dosa maka sangat bagus dan elok kita memperbanyak ibadah sunnah antara lain puasa di bulan Rajab. Memang ada bebarapa riwayat yang berlebihan dalam menjelaskan fadhilah puasa, seperti yang disebutkan bahwa siapa yang berpuasa satu hari di bulan Rajab maka pahalanya sama dengan 1000 tahun, riwayat-riwayat seperti ini harus diwaspadai, bahkan dihindarkan, karena tidak didukung oleh standard riwayat hadis yang shohih, dengan kata lain jika kita ingin menjalankan ibadah sunnah puasa dasarnya adalah hadis ataupun nash yang kuat, seperti nash yang menjelaskan kesunnahan puasa yang dilakukan secara umum yang dapat menjauhkan diri dari api neraka “ siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah maka akan dijauhkan wajahnya dari api neraka 70 khorif yaitu tahun “ (Muttafaqun ‘alayhi).

Ibadah Umroh di bulan Rajab berdasarkan riwayat Imam Ahmad rahimahullah yang menyebutkan bahwa Rasulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam berumroh dibulan Rajab (HR Ahmad dan Ibn Majah) dan itulah yang dilakukan sahabat Umar dan puteranya Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma. Begitu pula yang katakan oleh Imam Ibnu Siirin bahwa generasi salaf melaksanakan Umroh di bulan Rajab.

Umroh adalah ibadah sunnah yang dianjurkan, sedangkan praktek nabi di bulan Rajab tidaklah menandingi Umroh di bulan Ramadhan, karena secara khusus disebutkan nash yang jelas dan tegas akan keistimewaan ibadah Umroh di bulan Ramadhan.

Bulan Rajab adalah bulan mulia karena termasuk diantara bulan yang disebutkan Allah sebagai bulan Hurum, amalan-amalan ibadah sunnah yang dapat dilakukan dibulan ini antara lain puasa sunnah, ibadah Umroh, sedekah, silaturrahim dll.

Dikisahkan bahwa seorang alim dan shaleh diserang sakit sebelum bulan Rajab, diapun berdoa memohon kepada Allah agar ditunda kematianya sampai bulan Rajab, karena Allah membebaskan banyak hamba-hambaNya dari neraka di bulan tersebut, kemudian Allah mengabulkan dan dia meninggal di bulan Rajab.

Andaikan waktu dalam setahun diibaratkan sebuah pohon maka Rajab saat pohon itu berdaun, Sya’ban saat bercabang dan Ramadhan adalah saat memetik buah dari pohon tersebut.

Dalam ilustrasi lain dikatakan Rajab bagaikan angin, Sya’ban bagaikan awan dan Ramadhan bagaikan hujan.

Ya Allah berikanlah kami kemudahan, keberkahan dan kemampuan untuk memperbanyak amal shaleh di bulan ini dan bulan-bulan selanjutnya, ya Allah ampunilah dosa kami, ya Allah sampaikan kami ke bulan Ramadhan.