444 ( Tadabbur surat al Kahf) - Andalusia Islamic Center

444 ( Tadabbur surat al Kahf)

444 ( Tadabbur surat al Kahf)

Oleh : ust. Abdul Mughni, BA, MHi

Bismillah wa Alhamdulillah wa al Sholatu wa al Salamu ‘ala Rasulillah shollallahu ‘alayhi wa sallam.

Hari Jum’at adalah hari yang mulia dalam sepekan, pada hari ini kaum Muslim melaksanakan ritual yang diperintahkan Allah yaitu ibadah jum’at, mendengarkan khutbah dan mendirikan sholat. Dalam Al-Qur’an terdapat surat yang dinamakan dengan surat Al-Jumu’ah yaitu urutan surat no 62 tidak ada nama surat dengan hari lainya seperti senin selasa dst. Surat Jum’at menyebutkan secara khusus seruan untuk meninggalkan aktifitas ekonomi ketika telah dipanggil untuk pelaksanaan ibadah sholat [Qs. Al-Jumu’ah (62) ; 9] , sebagaimana disebutkan seruan untuk berpencar ke seluruh penjuru bumi dan mencari karunia Allah setelah selesai pelaksaan ibadah sholat dengan senantiasa mengingat Allah yang banyak (QS. Al-Jumu’ah (62) ;10].

Jum’at adalah hari mulia yang disambut dengan sukacita, bukan saja karena akhir pekan, sebagaimana umumnya perasaan banyak orang saat tiba datang libur pekanan, melainkan karena terdapat banyak amal-amal shaleh baik yang wajib dan sunnah untuk dipersembahkan kepada Allah, salah satu yang ingin disampaikan dalam tulisan singkat ini adalah tentang tadabbur surat Al-Kahfi, karena membaca surat tersebut adalah sebuah amalan yang disunnahkan berdasarkan hadis “ Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at Allah memberikan kepadanya cahaya diantara dua jum’at ” riwayat lain menyebutkan “ cahaya yang diberikan adalah diantara tempatnya sampai kota Mekkah (Baitul ‘atiq) “ (HR Baihaqiy, Munziriy). Apakah konten atau isi surat ini ? Pelajaran apakah yang terkandung di dalamnya ? Benarkah isi surat ini hanya kisah kisah orang terdahulu ?.

Pembaca yang budiman, ketahuilah didalam surat ini minimal terdapat 444 apakah yang dimaksud dengan angka 4 diulang 3 kali ? Tentu bukan nomor sms dan semisalnya, tetapi yang dimaksud adalah 4 kisah 4 fitnah (ujian) dan 4 solusi atau dalam istilah lain penyelamat atau sekoci penyelamat (life boat). Surat ini adalah surat urutan ke 18 dalam urutan mushaf dari 114 surat yang ada, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa saat surat ini turun diiringi oleh 80 ribu Malaikat, surat ini turun di kota Mekkah karena terdapat pertanyaan kaum Musyrikin Qurays kepada nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wa sallam berdasarkan saran pendeta Yahudi di Madinah, ada dua tokoh qurays yaitu Nadhr bin Harits dan Uqbah bin Abi Muayth yang diutus pergi ke Madinah dan bertemu dengan pendeta Yahudi untuk meminta saran menghadapi dakwah nabi Muhammad shollallahu alayhi wa sallam di kota Mekkah, sang pendeta tersebut menyarankan mereka untuk menguji nabi dengan menanyakan 3 hal, jika mampu dijawab maka benar Muhammad adalah seorang nabi jika tidak maka seorang pendusta bukan seorang nabi. 3 hal pertanyaan tersebut adalah : pertama tentang sekelompok pemuda yang mengalami peristiwa aneh dan menakjubkan siapakah mereka ? kedua adalah tentang siapakah seorang penguasa yang telah menaklukan timur dan barat, bagaimanakah beritanya?pertanyaan ketiga adalah tentang ruh, apakah yang dimaksud dengan ruh tersebut ? Setelah beberapa hari turunlah malaikat Jibril dengan surat Al-Kahf. Kesimpulan tentang adanya 444 dalam kisah ini adalah sebuah ijtihad tafsir (penjelasan) yang bersumber dari makna secara umum dari surat tersebut, mungkin saja ternyata kisah yang ada lebih dari empat, kemudian fitnah (ujian) yang disebutkan dalam ayat-ayatnya juga lebih dari empat, begitu pula solusi yang diberikan, apalagi ayat-ayat Al-Qur’an adalah solusi bagi seluruh permasalahan yang dihadapi manusia, karena Allah menurunkan didalamnya petunjuk bagi manusia (hudan linnas). Apakah 4 kisah yang dengan jelas disebutkan ? Kisah ashabul kahfi dari ayat 9 sd 26 (18 ayat) terdapat banyak pelajaran dan faedah dari kisah mereka, semoga dapat dijabarkan lebih baik dalam tulisan khusus tentang ashabul kahfi, sebuah kisah yang mengharukan, kisah perjuangan dan perlawanan dalam bentuk yang mampu mereka lakukan saat itu, dengan ketetapan Allah mereka berlindung di dalam sebuah goa diikuti anjing peliharaan, karena ingin menjaga dan menyelamatkan keyakinan dan agama yang mereka yakini, dan mereka ditidurkan Allah selama 309 tahun, kemudian dibangunkan, setelah mereka sadar bahwa mereka telah tertidur ratusan tahun dan setelah diketahui keberadaan mereka Allah mematikan mereka. Kisah mereka adalah sebuah contoh dari fitnah (ujian) orang yang komitmen dan patuh dalam beragama dan ashabul kahfi telah lulus ujian, telah berhasil lepas dari tekanan dan ancaman penguasa mereka, tetap yakin dan beriman kepada Allah, inilah yang dimaksud dengan ujian (fitnah) agama, bagaimanakah solusi agar lulus dan sukses jika menghadapi ujian ini? Solusinya adalah dengan memiliki lingkungan dan kawan kawan yang baik, sebagaimana difahami dari ayat 28. Kisah kedua adalah tentang dua orang lelaki yang Allah berikan kepada salah satunya 2 kebun anggur yang dikelilingi dengan pohon kurma dan tanaman lain, Allah jadikan kedua kebun anggur tersebut banyak memberikan hasil dan panen sehingga dia diberikan kekayaan melimpah, sedangkan kawannya tidak diberikan seperti yang dimiliki. Yang memiliki dua kebun tersebut lalai, lupa dan sombong dengan kekayaan dan harta, sampai sampai dia berkata kepada kawanya saya lebih banyak harta darimu, dan tidak mungkin kebun kebun ini mati, layu dan hancur, dan tidak mungkin terjadi kiamat, jika terjadipun pasti aku akan diberikan kenikmatan yang lebih dari ini. Kisah ini adalah perumpamaan fitnah harta dan dunia yang sejatinya harus dihadapi dan disikapi dengan meyakini hakikat dunia yang fana dan pasti sirna, bukanlah dunia sarana untuk berbangga-bangga apalagi sombong dan lalai dari Allah. Solusi dari fitnah (ujian) ini adalah mengetahui sebaik-baiknya dan meyakini bahwa dunia adalah sementara, kesempatan hidup didalamnya adalah untuk persiapan dan bekal kehidupan abadi di alam akhirat. Dunia adalah perhiasan dan sementara sedangkan kehidupan di akhirat adalah abadi selamanya, tentang solusi ini dapat dilihat di ayat 28 , 45 dan 46. Kisah yang ketiga adalah kisah nabi Musa alayhissalam yang pernah berkata bahwa dialah orang yang paling berilmu dan turunlah perintah Allah untuk berjumpa dengan hambaNya yaitu Khidr yang Allah berikan kepadanya ilmu yang tidak diketahui oleh nabi Musa. Kisah ini disebutkan dalam ayat 60 sd 82 yang difahami sebagai bentuk dari ujian (fitnah) ilmu. Jika kita diuji dengan fitnah ini solusinya adalah tawadhu’ dan berikhtiar mencari ilmu dengan sabar dan dengan taat tidak bermaksiat kepada Allah, solusi ini difahami dari ayat 66 dan 69. Kisah keempat adalah kisah tentang penguasa yang adil yang telah mengelilingi dunia, dialah Zulqornayn, kisahnya disebutkan dalam ayat 83 sd 98. Zulqornayn adalah contoh pribadi yang sukses menghadapi fitnah (ujian) kekuasaan, karena dia berbuat baik dan senantiasa bersyukur kepada Allah, hingga Allah pun membantunya menghadapi Ya’juj dan Ma’juj. Zulqornayn mampu dan sukses menghadapi fitnah kekuasaan ini karena dia ikhlas dan berpegang teguh dengan petunjuk dari ayat terakhir yaitu 110 dan itulah solusi menghadapi fitnah (ujian) kekuasaan.

444 (4 kisah 4 Fitnah (ujian) 4 solusi).