4 VS 4 - Andalusia Islamic Center

4 VS 4

4 VS 4

oleh : Ust. Abdul Mughni BA, MHI

Segala puji hanya milik Allah subhanahu wa taala dan shalawat dan salam senantiasa terkirim dan tersampaikan kepada baginda rasulullah sholallahu alayhi wa sallam.
Dalam sebuah hadis shohih vang di riwayatkan oleh sahabat Saa'd bin Abi Waqqash Radhiallahu 'anhu, nabi Muhammad shollahu alayhi wa sallam bersabda: 4 perkara yang dapat menghadirkan kebahagiaan; istri salehah, rumah yang luas, tetangga yang saleh dan tunggangan (kendaraan yang nyaman) dan empat yang mendatangkan kesengsaraan; istri, tetangga dan kendaraan yang suu (buruk tidak mendatangkan kenyamanan serta rumah yang sempit (HR. Imam Ibnu Hibban, Hakim Thabraniy dan Bahyaqi Rahimahumulloh).

Sebuah penjelasan dan keterangan yang sangat jelas tentang perkara yang membahagiakan dan menyusahkan. Ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dalam memahami hadits ini antara lain: Apakah kita harus memiliki 4 yang pertama disebutkan terlebih dahulu untuk bahagia atau jika kita saat ini sedang mendapatkan 4 yang terakhir apakah pasti kita akan sengsara? Apakah hadis ini mengajarkan kita untuk hubbud dunya (cinta dunia)? Lalu dimanakah posisi kebahagiaan akhirat ?

Tentunya yang dimaksud dengan kebahagiaan dalam hadis adalah kebahagiaan di dunia, bukan kebahagiaan yang mutlak atau pasti, karena bisa jadi di zaman sekarang ketika seorang diberikan 4 perkara yang pertama kemudian tidak memiliki keimanan yang kuat keyakinan yang teguh kepada Allah dan sikap syukur dan sabar maka 4 hal yang harusnya mendatangkan kebahagiaan bisa menjadi sebaliknya. Dan dalam memahami hadis di atas adalah keterangan baginda nabi Muhammad shollahu alayhi wa sallam tentang kebahagiaan di dunia yang umumnya dan biasanya disebabkan oleh 4 perkara diatas. Hal ini diperjelas dalam hadis lain contoh tentang istri salehah sabda nabi lain tentang dunia bahwa “dunia ini adalah kesenangan (mataa') dan sebaik-baiknya kesenangan adalah istri yang salehah."(HR. lmam Muslim rahimahullah).

Dalam surat Al-Hadid di jelaskan tentang kehidupan dunia “Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta saling berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamanya mengagumkan para petani kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnannya kuning kemudian menjadi hancur dan diakhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (QS. 57:20).

Subhanallah sebuah perumpamaan yang indah tentang kehidupan dunia dan akhiri dengan ancaman siksa jika melanggar aturan Allah juga janji ampunan dan kerdihoaan jika senantiasa taat kepada Allah. Dan dalam memahami hadis diatas haruslah dibingkai dan didasari oleh ayat ini. Dengan kata lain jika seorang hamba dikaruniai 4 hal yang pertama maka ke empat perkara itu akan dapat membantunya dalam optimal dan maksimal ibadah kepada Allah, sebaliknya ketika dia mendapatkan 4 yang terakhir maka ibadahnya dan penghambaanya kepada Allah harus dijalankan dengan banyak tantangan, cobaan dan kesulitan.

 

Bagaimana dengan cinta dunia? Ayat diatas ditutup dengan kata Mataa’ul ghurur (kesenangan yang palsu dan menipu). Maka dapat dipastikan bahwa hadis nabi tidaklah mengajak seorang yang memiliki iman dan pemahaman yang benar untuk cinta dunia, karena biasanya orang yang cinta dunia dia tidak akan pernah puas-puas (punya qonaah) meskipun telah diberikan 4 yang pertama. Jadi bukan untuk cinta dunia hanya ingin menjelaskan kepada para umatnya bahwa 4 hal tersebut akan membuatnya mudah dalam ibadah kepada Allah dan menjalankan urusan di dunia.

 

Bisa dibayangkan bagaimana jika seorang ingin menjaga kehormatan dan kemaluanya tetapi istri atau pasangan yang dimiliki bukan seorang yang salehah. Begitu juga jika tempat tinggal, lingkungan kerja dan mereka yang setiap harinya dekat dalam kehidupannya adalah orang yang buruk, maka mudahlah dia tertular perilaku yang buruk tersebut.

Dalam memahami kendaraan yang nyaman para ulama menjelaskan bukan lah kendaraan yang mahal dan mewah karena tidak dicontohkan oleh baginda nabi, melainkan kendaraan dan tunggangan yang tidak merongrong tidak mogok dan tentunya tidak menyulitkan pemiliknya. Sehingga jika ia ingin beribadah kepada Allah tidak sulit melainkan mudah. Sedangkan rumah dan hunian yang luas tentunya berdasarkan fungsi dan kegunaanya dalam sebuat riwayat yang menjelaskan arti rumah luas adalah rumah yang memiliki banyak manfaat. Karena bisa jadi seorang yang memiliki rumah yang luas dan lebar tetapi tidak memiliki fungsi dan manfaat.

Dan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa baginda nabi pernah memohon dan berdoa kepada Allah agar diampuni dosa dan dilapangkan tempat tinggalnya. Bisa kita bayangkan jika dizaman ini seorang yang dikarunia lebih dari dua orang anak kemudian masih tinggal di rumah yang hanya memiliki dua kamar. Jika ada tamu dimana dia kan menginap? Bagaimana pengamalan hadits tentang pemisahan anak laki dan perempuan? Bagimana jika ada seorang pembantu rumah tangga? Semoga kita dikaruniai iman dan islam yang kuat sehingga jika diberikan 4 yang pertama kita akan senantiasa bersyukur dan jika sebaliknya yang ada hanyalah 4 yang terakhir kita senantiasa dikaruniai kesabaran. Wallohu alam.

Allahu A'lam bi Shawab.